this is it

this is it
Chelsea FC #9

Selasa, 28 Februari 2012

Polemik Infrastruktur atau Kesehatan Mahasiswa


     “Mensana in Corporisano”  adalah ungkapan yang sangat akrab di telinga kita, bahwasannya di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Dalam meningkatkan kualitas kehidupan kita, sangat penting rasanya ketika kita mempunyai tubuh yang sehat. Demi tercapainya tujuan itu, kita perlu melakukan usaha, yaitu dengan melaksanakan olah raga secara teratur maupun dengan mennjaga pola makan kita sehari-hari.

Tidak hanya dengan olah raga maupun pola makan teratur untuk menjaga kesehatan kita, kita juga perlu mengindari beberapa hal yang dapat merusak kesehatan kita, seperti merokok dan meminum minuman keras. Ya, rokok dan minuman keras sangat sering kita temui di kehidupan sehari-hari. Kali ini saya akan sedikit memberkan pendapat mengenai rokok, apalagi kita sebagai mahasiswa yang merupakan tulang punggung bangsa kita di masa depan sangat tidak masuk akal jika kita mengonsumsi rokok. Bagaimana kita bisa melindungi dan berjuang demi Negara kita, jika kita sendiri tidak bisa melindungi dan merawat diri kita sendiri.

Saya sebagai mahasiswa sangat mendukung diadakannya kawasan bebas rokok di lingkungan pendidikan, lebih sempit lagi di lingkungan universitas. Dimana sebagian besar penghuninya adalah kaum muda yang berpeluang besar  mengonsumsi rokok . Sudah sepantasnya para pemegang kekuasaan melarang untuk adanya kerjasama atau sponsorship dengan produk rokok jenis apapun. Namun, belakangan ini banyaknya perusahaan rokok berkedok foundation mengelabui masyarakat dengan iming-iming sponsor yang menggiurkan, perbaikan infrastruktur, beasiswa, dan lain-lain. Tapi, melihat banyaknya keburukan daripada kebaikan yang diberikan, haruskah pemegang kebijakan mengambil keputusan untuk mengambil sponsor dari perusahaan rokok demi besarnya bantuan yang diberikan dan mengorbankan kesehatan mahasiswanya.

Seperti yang kita semua ketahui, banyak bahan-bahan berbahaya yang terkandung dalam satu batang rokok. Tidak hanya pada batang rokok, tapi pada asapnya juga terdapat beberapa kandungan yang berbahaya. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 63 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb. Saya juga menemukan pernyataan yang menyebutkan, suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.

            Jadi, maukah lingkungan kita semua dicemari oleh asap-asap “kematian” tersebut?


Referensi :

Rizqi Khoyrul Umam
Staf Media Informasi Teknik
BEM KMFT UGM 2012

Senin, 27 Februari 2012

Dear Rumah Makan.....


“MAKAN DIMANA? LAUKNYA APA? KIRA-KIRA ABIS DUIT BERAPA?”

  Hari-hari sebagai anak kostan emang ngga mudah,apalagi setiap yang kita lakuin selalu berhubungaan sama yang namanya uang. Yap bener, Uang! Duit, Money, Doku, Artos! Dan apalah itu namanya. Salah satu yang menjadi keharusan adalah makan. Ketika di rumah, mungkin kita makan sangat teratur, ada yang sehari 2 kali, sehari 3 kali, sehari 4 kali, atau mungkin ada yang sehari 5 kali. Berapapun kalian makan, itu pasti teratur, dan yang paling pasti ITU SEMUA GRATIS SOB! Ya sebenernya ngga gratis juga, orangtua kita tetep harus menyiapkan itu semua dengan membeli bahan-bahannya, dan itu pake duit. Tapi paling ngga, itu semua ngga makan duit saku kita hehehe

  Beda sama anak kosan, ngga mungkin makan teratur 5 kali sehari, 4 kali sehari, 3 kali seharipun masih piker-pikir. Mungkin itu ngga berlaku bagi orang-orang yang diberi kelebihan oleh Sang Pencipta dalam segi keuangan. Berhubung gue cuma dari keluarga yang biasa-biasa aja, itu berlaku buat gue. Belum lagi males cari tempat makan, yang kalo di rumah kita gaperlu cari-cari kemana-mana soalnya udah  disediain di dapur.

  Nah, pengalaman yang mau gue bagi adalah ketika gue makan bareng sama temen-temen di sebuah rumah makan yang tidak boleh dipublishkan  namanya yaitu EMB (Enak Murah Bergizi). *Lah itu apa dong!  Disana emang banyak tersedia lauk, dari sayur, ikan, juga ayam tanpa adanya daftar harga dengan model perasmanan. Yang pertama gue liat adalah ayam, soalnya gue salah satu orang yang suka banget sama yang namanya ayam hehe Disitu tersedia kira-kira ada 3 macam olahan ayam, ada yang ayam tepung, ayam goring, dan ayam kecap. Kebetulan didepan gue juga ada yang ngambil lauknya ayam, tapi ayam tepung. Gue ngambil ayam kecap. Didepan kasir, dia bilang “berapa mba?” mbanya jawab “7.500 mas”. Dia bayar. Dalem hati gue ‘aah 7.500 sih biasa’. Giliran gue didepan kasir, udah siapin duit 8.000, basa-basi nanya “berapa mba?” mbanya jawab “10.000 mas” . ‘Anjrit! Kenapa 10.000?!’ (dalem hati gue ngamuk). Kalo  di sinetron, mungkin kejadian kaya gini orangnya itu Bengong, Lemes, Dompet Yang Dipegang Jatuh, Backsound Suara Piring Pecah.

  Tapi gue ngga kaya gitu, gue tetep dengan muka biasa semacem Poker Face gitu, gue belajar dari manga Magic Kaito yang dimana si Kaito itu belajar dari kata-kata Bapaknya yang lagi main judi kartu, ketika sang Bapak dapet kartu bagus, si Kaito cekikikan dan senyum-senyum, tapi sang Bapak bilang  “Kaito, you know what poker face means? A good poker face means no matter what kind of cards you have in your hand you don’t show any kind of reaction” kira-kira begitu katanya.

  Abis bayar, kita rame-rame makan. Seperti ga terjadi apa-apa disana hehehe

  Jadi, yang mau gue sampein adalah, kepada semua rumah makan, kalo bias kasih daftar harga, baik itu di deket piring lauknya, dipasang di tembok yang gede, atau di selembaran gitu. Terimakasih :)